Anda harus mengaktifkan JavaScript untuk menggunakan tema ini.

Masyarakat Agar Bersiap Hidup Berdampingan Dengan Covid-19

I NYOMAN ARTA GUNAWAN 26 Agustus 2021 Dibaca 442 Kali
Masyarakat Agar Bersiap Hidup Berdampingan Dengan Covid-19

JAKARTA - Covid-19 diyakini akan hidup dengan masyarakat di berbagai negara belahan dunia.  Namun, sebelum kondisi itu tercapai, masyarakat harus bersiap diri dalam masa transisi untuk hidup dengan COVID-19 dan perkembangan penanganan kasus terus terkendali.  Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan, dalam melakukan persiapan ini pekerjaan yang mudah.  Namun tidak mungkin, asalkan elemen masyarakat mau dan memupuk rasa tanggung jawab dengan berkomitmen menjalankan protokol kesehatan di setiap aspek kehidupan, dengan memakai masker, menjaga tangan, dan menjaga jarak serta membatasi.

Taat prokes ini termasuk dalam rumah, dalam perjalanan, atau dalam beraktivitas di luar rumah.  "Masyarakat perlu mengetahui bahwa sistem ini adalah modal kita untuk tetap hidup dan produktif walaupun COVID-19 masih ada kita," katanya dalam Keterangan Pers Perkembangan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Kamis (26/8/2021) yang juga menyimpulkan  kanal YouTube Sekretariat Presiden.  Untuk itu, sebagai upaya untuk terus menjaga kasus Covid-19 agar tetap terkendali, maka setiap institusi maupun pengelola fasilitas perlu untuk melakukan pengawasan dan bertanggung jawab atas penerapan protokol kesehatan pada masing-masing.

Dan satu hal penting, bahwa selama virus tersebut masih berevolusi, maka masyarakat juga harus ikut berevolusi.  Tindakan pencegahan seperti memakai masker dan menjaga jarak, dimana pada saat yang sama pemerintah melakukan upaya terbaik memvaksinasi orang sebanyak mungkin dan secepat mungkin.

Dan selama COVID-19 beredar dan bermutasi secara global, masih akan terjadi infeksi secara berkala. Tetapi virus ini berperilaku seperti virus serupa lainnya, jika ini akan terjadi seiring, sebagian besar populasi akan memiliki kekebalan, baik melalui vaksinasi atau waktu.  infeksi sebelumnya, setiap kali ada gelombang baru," pungkas Wiku. 

 

- Sumber Agung Dharmada/Balipost -

Beri Komentar

Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA
Transparansi Publik

Anggaran Desa

Keterbukaan pengelolaan keuangan untuk masyarakat

38.2% Realisasi

APBD 2026 Pelaksanaan

Rp 3.582.427.388,00 Rp 1.369.143.129,69
Pendapatan 49.35%
Realisasi: Rp 764.993.011,69 Anggaran: Rp 1.550.065.000,00
Belanja 16.49%
Realisasi: Rp 296.326.424,00 Anggaran: Rp 1.796.538.694,00
Pembiayaan 130.53%
Realisasi: Rp 307.823.694,00 Anggaran: Rp 235.823.694,00
49.4% Realisasi

APBD 2026 Pendapatan

Rp 1.550.065.000,00 Rp 764.993.011,69
Dana Desa 99.99%
Realisasi: Rp 356.114.000,00 Anggaran: Rp 356.144.000,00
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi 19.06%
Realisasi: Rp 68.491.000,00 Anggaran: Rp 359.349.000,00
Alokasi Dana Desa 49.97%
Realisasi: Rp 267.600.000,00 Anggaran: Rp 535.472.000,00
Bantuan Keuangan Provinsi 10.73%
Realisasi: Rp 14.100.000,00 Anggaran: Rp 131.400.000,00
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota 39.45%
Realisasi: Rp 56.100.000,00 Anggaran: Rp 142.200.000,00
Hibah Dan Sumbangan Dari Pihak Ketiga 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 21.500.000,00
Bunga Bank 64.7%
Realisasi: Rp 2.588.011,69 Anggaran: Rp 4.000.000,00
16.5% Realisasi

APBD 2026 Pembelanjaan

Rp 1.796.538.694,00 Rp 296.326.424,00
Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa 20.86%
Realisasi: Rp 228.358.924,00 Anggaran: Rp 1.094.603.000,00
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa 17.03%
Realisasi: Rp 61.967.500,00 Anggaran: Rp 363.831.500,00
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 185.837.000,00
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 112.233.000,00
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa 14.99%
Realisasi: Rp 6.000.000,00 Anggaran: Rp 40.034.194,00