Anda harus mengaktifkan JavaScript untuk menggunakan tema ini.

Apindo Berharap Pariwisata Bali Cepat Dibuka

I NYOMAN ARTA GUNAWAN 28 Agustus 2021 Dibaca 408 Kali
Apindo Berharap Pariwisata Bali Cepat Dibuka

DENPASAR - Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPD Apindo) Bali berharap pariwisata Bali cepat dibuka.

Setidaknya pada September mendatang, langkah-langkah riil pembukaan bisa dilakukan, meskipun  secara bertahap. Karena lewat pariwisata, perekonomian Bali yang terpuruk secara perlahan diharapkan bisa dipulihkan.

Ketua DPD Apindo Bali I Nengah Nurlaba menyampaikan hal itu di sela-sela penyerahan bantuan sembako untuk tenaga kesehatan di RSU Wangaya, Denpasar, Jumat (27/8).

Apindo Bali menyatakan sangat prihatin dengan kondisi perekonomian Bali saat ini yang terpuruk akibat pandemi. Hal ditandai kolapsnya pariwisata  yang berdampak pada semua sektor usaha. Namun, menurut Nurlaba, tidak ada jalan lain selain mendukung kebijakan pemerintah dalam penanggulangan pandemi Covid-19. “Kita berdoa agar tetap bisa menjaga rasa optimisme,” ujarnya.

Dengan adanya penurunan kasus positif dan jumlah kesembuhan pandemi Covid-19  yang semakin meningkat, Nurlaba berharap pada September depan pariwisata Bali bisa dibuka kembali. “Jika itu terjadi, pemerintah pasti akan memberi peluang kepada kita selaku pelaku ekonomi,” kata Nurlaba.

Sebanyak 70 paket sembako yang disalurkan untuk nakes di RSU Wangaya. Pemberian paket sembako tersebut bekerjasama dengan Wartam, penerbit (majalah) dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI).  

Sebelumnya pada Agustus 2020 lalu, Apindo Bali menyalurkan bantuan alat pelindung diri (APD), yakni masker dan lainnya untuk nakes di RSU Wangaya. “Itu pada awal-awal pandemi, ketika terjadi kelangkaan APD seperti masker dan lainnya,” kata pengusaha asal Jembrana ini.

Direktur RSU Wangaya, Denpasar, Anak Agung Made Widiasa mengapresiasi semua pihak yang memiliki kepedulian terhadap nakes yang berjuang, khususnya dalam penanganan pasien Covid-19. “Kami sangat berbangga dan berterima kasih atas kepeduliannya,” katanya.

AA Made Widiasa juga sempat memaparkan secara singkat perkembangan penanganan Covid-19 di RSU Wangaya. ”Kami berterima kasih masyarakat yang semakin disiplin menerapkan prokes,” ujarnya.
 
 
 
- Sumber NusaBali -

Beri Komentar

Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA
Transparansi Publik

Anggaran Desa

Keterbukaan pengelolaan keuangan untuk masyarakat

38.2% Realisasi

APBD 2026 Pelaksanaan

Rp 3.582.427.388,00 Rp 1.369.143.129,69
Pendapatan 49.35%
Realisasi: Rp 764.993.011,69 Anggaran: Rp 1.550.065.000,00
Belanja 16.49%
Realisasi: Rp 296.326.424,00 Anggaran: Rp 1.796.538.694,00
Pembiayaan 130.53%
Realisasi: Rp 307.823.694,00 Anggaran: Rp 235.823.694,00
49.4% Realisasi

APBD 2026 Pendapatan

Rp 1.550.065.000,00 Rp 764.993.011,69
Dana Desa 99.99%
Realisasi: Rp 356.114.000,00 Anggaran: Rp 356.144.000,00
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi 19.06%
Realisasi: Rp 68.491.000,00 Anggaran: Rp 359.349.000,00
Alokasi Dana Desa 49.97%
Realisasi: Rp 267.600.000,00 Anggaran: Rp 535.472.000,00
Bantuan Keuangan Provinsi 10.73%
Realisasi: Rp 14.100.000,00 Anggaran: Rp 131.400.000,00
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota 39.45%
Realisasi: Rp 56.100.000,00 Anggaran: Rp 142.200.000,00
Hibah Dan Sumbangan Dari Pihak Ketiga 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 21.500.000,00
Bunga Bank 64.7%
Realisasi: Rp 2.588.011,69 Anggaran: Rp 4.000.000,00
16.5% Realisasi

APBD 2026 Pembelanjaan

Rp 1.796.538.694,00 Rp 296.326.424,00
Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa 20.86%
Realisasi: Rp 228.358.924,00 Anggaran: Rp 1.094.603.000,00
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa 17.03%
Realisasi: Rp 61.967.500,00 Anggaran: Rp 363.831.500,00
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 185.837.000,00
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 112.233.000,00
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa 14.99%
Realisasi: Rp 6.000.000,00 Anggaran: Rp 40.034.194,00