Anda harus mengaktifkan JavaScript untuk menggunakan tema ini.

Jakarta, Medan, Bali Dipromosikan Jadi Tujuan Wisata Kesehatan, Ini Alasannya

I NYOMAN ARTA GUNAWAN 07 September 2021 Dibaca 471 Kali
Jakarta, Medan, Bali Dipromosikan Jadi Tujuan Wisata Kesehatan, Ini Alasannya

Jakarta - Wisata kesehatan menjadi salah satu program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang terlebih dahulu menyasar wisatawan nusantara. Jakarta, Medan dan Bali rencananya dipromosikan dalam tujuan wisata tersebut.

Wisata kesehatan dan herbal akan dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan untuk menyasar wisatawan nusantara yang biasanya melakukan pengobatan ke laur negeri. Jika dikalkulasi, setiap tahunnya orang Indonesia menghabiskan lebih dari 11 miliar dolar untuk wisata kesehatan tersebut.

"Wisata kesehatan sendiri beberapa minggu lalu saya sudah mencoba melakukan health check up adalah suatu program yang akan kami unggulkan terutama fokusnya kepada wisatawan nusantara yang selama ini hampir setiap tahun menghabiskan USD 11 miliar lebih untuk wisata kesehatan di luar negeri," kata Menparekraf Sandiaga Uno.

"Wisata kesehatan kebugaran dan herbal ini akan kita kembangkan karena kita punya pangsa pasar yang sangat besar," tambahnya.

Dalam pengembangan wisata kesehatan ini, Kemenparekraf menggandeng beberapa instansi baik dari lintas kementerian lain maupun pihak swasta, seperti Perkumpulan Dokter Wisata Indonesia. Hal ini dilakukan untuk mendukung wisata kesehatan di Indonesia.

"Kita fokus kepada good quality agar fasilitas kesehatan kita bisa bersaing dengan fasilitas kesehatan luar negeri terutama dari aspek pelayanan," kata Sandiaga.

Sementara itu untuk lokasinya, Jakarta, Medan dan Bali rencananya akan dipromosikan sebagai tempat tujuan wisata kesehatan.

Simak artikel selanjutnya mengenai kota wisata kesehatan:

"Untuk wisata kesehatan dikaitkan dengan medical tourism yang akan didorong itu di Medan, Jakarta dan Bali. Ini tentunya karena ketersediaan rumah sakit di tiga tempat tersebut," kata Deputi 6 Kemenparekraf, Rizki Handayani.

Di Medan misalnya, potensi warga setempat untuk keluar sangatlah besar. Harapannya dengan menyiapkan rumah sakit yang ada di Medan, maka masyarakat yang tinggal di Sumatera Barat atau Sumatera Utara sendiri tidak melakukan perjalanan ke laur negeri.

"Dalam artian beberapa penyakit seperti cancer di Indonesia sudah ada. Untuk marketnya sebenarnya lokasi untuk market sekarang Surabaya, Jakarta, Bandung, Palembang, itu market-market yang memang kita harapkan nanti memang yang melakukan pengobatan tetap di Indonesia," kata Rizki,

Sementara, mengenai wisata herbal, antusiasme masyarakat terhadap program ini sangatlah tinggi, khususnya di Bali. Terutama di bidang kebugaran dan kecantikan, wisatawan mancanegara banyak yang menyasar wisata ini di Bali.

"Mengenai pengobatan herbal, ada berapa tempat juga yang akan didorong pemerintah yaitu di Solo, Bali juga yang akan menjadi pusat wellness tourism," tambah Rizki.

 

- Sumber DetikTravel -

Beri Komentar

Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA
Transparansi Publik

Anggaran Desa

Keterbukaan pengelolaan keuangan untuk masyarakat

38.2% Realisasi

APBD 2026 Pelaksanaan

Rp 3.582.427.388,00 Rp 1.369.143.129,69
Pendapatan 49.35%
Realisasi: Rp 764.993.011,69 Anggaran: Rp 1.550.065.000,00
Belanja 16.49%
Realisasi: Rp 296.326.424,00 Anggaran: Rp 1.796.538.694,00
Pembiayaan 130.53%
Realisasi: Rp 307.823.694,00 Anggaran: Rp 235.823.694,00
49.4% Realisasi

APBD 2026 Pendapatan

Rp 1.550.065.000,00 Rp 764.993.011,69
Dana Desa 99.99%
Realisasi: Rp 356.114.000,00 Anggaran: Rp 356.144.000,00
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi 19.06%
Realisasi: Rp 68.491.000,00 Anggaran: Rp 359.349.000,00
Alokasi Dana Desa 49.97%
Realisasi: Rp 267.600.000,00 Anggaran: Rp 535.472.000,00
Bantuan Keuangan Provinsi 10.73%
Realisasi: Rp 14.100.000,00 Anggaran: Rp 131.400.000,00
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota 39.45%
Realisasi: Rp 56.100.000,00 Anggaran: Rp 142.200.000,00
Hibah Dan Sumbangan Dari Pihak Ketiga 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 21.500.000,00
Bunga Bank 64.7%
Realisasi: Rp 2.588.011,69 Anggaran: Rp 4.000.000,00
16.5% Realisasi

APBD 2026 Pembelanjaan

Rp 1.796.538.694,00 Rp 296.326.424,00
Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa 20.86%
Realisasi: Rp 228.358.924,00 Anggaran: Rp 1.094.603.000,00
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa 17.03%
Realisasi: Rp 61.967.500,00 Anggaran: Rp 363.831.500,00
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 185.837.000,00
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 112.233.000,00
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa 14.99%
Realisasi: Rp 6.000.000,00 Anggaran: Rp 40.034.194,00