Anda harus mengaktifkan JavaScript untuk menggunakan tema ini.

Punya Sistem Irigasi, Petani di Tabanan Tidak Takut Gagal Panen Akibat Kemarau

I NYOMAN ARTA GUNAWAN 07 September 2021 Dibaca 401 Kali
Punya Sistem Irigasi, Petani di Tabanan Tidak Takut Gagal Panen Akibat Kemarau

KOMPAS – Keberadaan irigasi pertanian mulai dirasakan manfaatkan oleh petani. Misalnya saja, para petani di Tabanan, Bali, yang kini tidak lagi khawatir gagal panen akibat musim kemarau.  Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa irigasi pertanian dapat menjadi solusi dalam memenuhi kebutuhan air di lahan pertanian. "Air merupakan kebutuhan mendasar yang kebaradaannya tak bisa dihindarkan. Air amat penting bagi petani dalam mengembangkan budidaya pertanian mereka," kata Syahrul dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/9/2021). Sistem irigasi, kata Syahrul, dapat dikembangkan melalui sumber air permukaan atau diperoleh dari air hujan. Sementara itu, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Ali Jamil menambahkan, irigasi akan memasok air sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga di musim kemarau.

"Irigasi merupakan program strategis dalam konteks pengairan lahan. Sistem irigasi harus berjalan baik karena pertanian tak boleh terganggu oleh faktor apapun," tutur Ali. Di samping produktivitas petani, Ali menyebut, ketersediaan air yang cukup akan mendorong indeks pertanaman (IP) petani. Dengan demikian, kesejahteraan petani ikut meningkat. Ali menerangkan, irigasi merupakan juga bisa konsep pengaturan air (water management). Irigasi memberikan pasokan air yang stabil untuk lahan sawah sehingga perkembangan budidaya padi petani berjalan dengan baik. "Kita harapkan irigasi bisa dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan pendapatan petani," ujarnya. Sementara, Direktur Irigasi Pertanian Ditjen PSP Kementan Rahmanto mengungkapkan, irigasi pertanian diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para petani. Tidak hanya untuk sektor tanaman pangan, tetapi juga untuk sektor hortikultura, perkebunan, dan peternakan. 

"Air adalah faktor teknis bagi terungkitnya produktivitas pertanian. Pada akhirnya, kesejahteraan petani juga meningkat," ujar Rahmanto.

 

- Sumber KOMPAS.COM -

Beri Komentar

Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA
Transparansi Publik

Anggaran Desa

Keterbukaan pengelolaan keuangan untuk masyarakat

38.2% Realisasi

APBD 2026 Pelaksanaan

Rp 3.582.427.388,00 Rp 1.369.143.129,69
Pendapatan 49.35%
Realisasi: Rp 764.993.011,69 Anggaran: Rp 1.550.065.000,00
Belanja 16.49%
Realisasi: Rp 296.326.424,00 Anggaran: Rp 1.796.538.694,00
Pembiayaan 130.53%
Realisasi: Rp 307.823.694,00 Anggaran: Rp 235.823.694,00
49.4% Realisasi

APBD 2026 Pendapatan

Rp 1.550.065.000,00 Rp 764.993.011,69
Dana Desa 99.99%
Realisasi: Rp 356.114.000,00 Anggaran: Rp 356.144.000,00
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi 19.06%
Realisasi: Rp 68.491.000,00 Anggaran: Rp 359.349.000,00
Alokasi Dana Desa 49.97%
Realisasi: Rp 267.600.000,00 Anggaran: Rp 535.472.000,00
Bantuan Keuangan Provinsi 10.73%
Realisasi: Rp 14.100.000,00 Anggaran: Rp 131.400.000,00
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota 39.45%
Realisasi: Rp 56.100.000,00 Anggaran: Rp 142.200.000,00
Hibah Dan Sumbangan Dari Pihak Ketiga 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 21.500.000,00
Bunga Bank 64.7%
Realisasi: Rp 2.588.011,69 Anggaran: Rp 4.000.000,00
16.5% Realisasi

APBD 2026 Pembelanjaan

Rp 1.796.538.694,00 Rp 296.326.424,00
Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa 20.86%
Realisasi: Rp 228.358.924,00 Anggaran: Rp 1.094.603.000,00
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa 17.03%
Realisasi: Rp 61.967.500,00 Anggaran: Rp 363.831.500,00
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 185.837.000,00
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 112.233.000,00
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa 14.99%
Realisasi: Rp 6.000.000,00 Anggaran: Rp 40.034.194,00