Anda harus mengaktifkan JavaScript untuk menggunakan tema ini.

Gembur Tanah Dongkrak Produksi Padi Dengan Teknologi Bugar

I NYOMAN ARTA GUNAWAN 31 Oktober 2021 Dibaca 309 Kali
Gembur Tanah Dongkrak Produksi Padi Dengan Teknologi Bugar

TABANAN, Di kutip dari situs website Beritabali.com. - Akademisi Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa (FP-Unwar) memperkenalkan teknologi Bugar Gembur Tanah (BGT) untuk meningkatkan hasil produksi padi. 

Teknologi BGT merupakan penerapan konsep pertanian organik yang terbukti dapat menghasilkan produksi padi yang lebih tinggi dibandingkan dengan pertanian secara anorganik. 
 
Teknologi BGT juga telah diujicobakan di Subak Samsaman yang terletak di Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan dalam program Program Kemitraan Masyarakat (PKM). 
“Penerapan Teknologi BGT dapat meningkatkan hasil padi sebesar 22,45% dibandingkan dengan penerapan anorganik dan juga terjadi peningkatan produktivitas lahan dari kondisi tanah padat liat menjadi gembur,” kata Ketua PKM FP-Unwar Ir. Ketut Agung Sudewa, MSi didampingi anggota tim  Ir. Yan Tonga, MSi dan Ir Gede Sutapa MP dalam keteranganya di Denpasar pada Jumat (29/10).
 
Menurut Sudewa, upaya meningkatkan produksi padi dan produktivitas lahan dengan pertanian organik sangat diharapkan oleh Petani. Kegiatan pertanian organik juga merupakan salah satu upaya mewujudkan kawasan subak organik dan hal ini juga sejalan dengan program dari Provinsi Bali yang akan mengeluarkan Perda Sistim Pertanian Organik. 
Ia menambahkan kegiatan pertanian anorganik selama ini telah menyebabkan kondisi tanah menjadi liah dengan pH yang asam. Penggunaan pestisida yang berlebihi selama ini juga telah membunuh mikroorganisme pengurai yang ada di dalam tanah yang menyebabkan tanah menjadi padat dan pH nya sangat rendah.
 
 
 

Beri Komentar

Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA
Transparansi Publik

Anggaran Desa

Keterbukaan pengelolaan keuangan untuk masyarakat

38.2% Realisasi

APBD 2026 Pelaksanaan

Rp 3.582.427.388,00 Rp 1.369.143.129,69
Pendapatan 49.35%
Realisasi: Rp 764.993.011,69 Anggaran: Rp 1.550.065.000,00
Belanja 16.49%
Realisasi: Rp 296.326.424,00 Anggaran: Rp 1.796.538.694,00
Pembiayaan 130.53%
Realisasi: Rp 307.823.694,00 Anggaran: Rp 235.823.694,00
49.4% Realisasi

APBD 2026 Pendapatan

Rp 1.550.065.000,00 Rp 764.993.011,69
Dana Desa 99.99%
Realisasi: Rp 356.114.000,00 Anggaran: Rp 356.144.000,00
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi 19.06%
Realisasi: Rp 68.491.000,00 Anggaran: Rp 359.349.000,00
Alokasi Dana Desa 49.97%
Realisasi: Rp 267.600.000,00 Anggaran: Rp 535.472.000,00
Bantuan Keuangan Provinsi 10.73%
Realisasi: Rp 14.100.000,00 Anggaran: Rp 131.400.000,00
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota 39.45%
Realisasi: Rp 56.100.000,00 Anggaran: Rp 142.200.000,00
Hibah Dan Sumbangan Dari Pihak Ketiga 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 21.500.000,00
Bunga Bank 64.7%
Realisasi: Rp 2.588.011,69 Anggaran: Rp 4.000.000,00
16.5% Realisasi

APBD 2026 Pembelanjaan

Rp 1.796.538.694,00 Rp 296.326.424,00
Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa 20.86%
Realisasi: Rp 228.358.924,00 Anggaran: Rp 1.094.603.000,00
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa 17.03%
Realisasi: Rp 61.967.500,00 Anggaran: Rp 363.831.500,00
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 185.837.000,00
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 112.233.000,00
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa 14.99%
Realisasi: Rp 6.000.000,00 Anggaran: Rp 40.034.194,00