Anda harus mengaktifkan JavaScript untuk menggunakan tema ini.

Wagub: Jangan-Jangan Belum Pernah ke Bali, Wilayahnya Dihina Senator Australia

I NYOMAN ARTA GUNAWAN 08 Agustus 2022 Dibaca 403 Kali
Wagub: Jangan-Jangan Belum Pernah ke Bali, Wilayahnya Dihina Senator Australia

DENPASAR, Dikutip dari iNews.id - Video pidato senator Australia Pauline Hanson menghina banyak kotoran sapi di Bali viral di media sosial. Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati pun menilai Pualine belum pernah ke daerahnya.

Dalam video tersebut, sang senatoe menyebutkan jika warga Australia yang libur ke Bali rawan membawa wabah PMK. Wisatawan di sana kerap menginjak kotoran sapi di jalanan. Pauline menyebutkan jika PMK merupakan ancaman serius bagi keamanan hayati Australia.

Menanggapi komentar Pauline Wagub Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati pun menyayangkan. Dia menilai, apa yang disampaikan Pauline tidak sesuai fakta.  "Apa yang disampaikan tidak seperti itu. Jangankan di kota, di desa aja sapi dikandangin enggak dilepas liarkan," katanya.

Dia justru khawatir kalau Pauline Hanson tidak pernah berkunjung ke Bali sehingga tidak bisa mendeskripsikan dengan baik. "Kami jadi berfikir, jangan-jangan senator belum pernah ke Bali," katanya.

Wagub menambahkan bahwa buntut dari viralnya video tersebut tak akan berdampak besar pada trafik kunjungan pariwisata ke Bali. Sejauh ini prestasi Bali terus meningkat. "Kami selalu memberikan dampak positif. Tidak hanya wisatawan saja, majalah lain pun banyak mengakui Bali menyimpan desa terbaik se Asia dan terbersih di dunia," ucapnya.

 

 

 

Sumber: https://bali.inews.id/berita/wilayahnya-dihina-senator-australia-wagub-jangan-jangan-belum-pernah-ke-bali/2

 

Beri Komentar

Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA
Transparansi Publik

Anggaran Desa

Keterbukaan pengelolaan keuangan untuk masyarakat

38.2% Realisasi

APBD 2026 Pelaksanaan

Rp 3.582.427.388,00 Rp 1.369.143.129,69
Pendapatan 49.35%
Realisasi: Rp 764.993.011,69 Anggaran: Rp 1.550.065.000,00
Belanja 16.49%
Realisasi: Rp 296.326.424,00 Anggaran: Rp 1.796.538.694,00
Pembiayaan 130.53%
Realisasi: Rp 307.823.694,00 Anggaran: Rp 235.823.694,00
49.4% Realisasi

APBD 2026 Pendapatan

Rp 1.550.065.000,00 Rp 764.993.011,69
Dana Desa 99.99%
Realisasi: Rp 356.114.000,00 Anggaran: Rp 356.144.000,00
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi 19.06%
Realisasi: Rp 68.491.000,00 Anggaran: Rp 359.349.000,00
Alokasi Dana Desa 49.97%
Realisasi: Rp 267.600.000,00 Anggaran: Rp 535.472.000,00
Bantuan Keuangan Provinsi 10.73%
Realisasi: Rp 14.100.000,00 Anggaran: Rp 131.400.000,00
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota 39.45%
Realisasi: Rp 56.100.000,00 Anggaran: Rp 142.200.000,00
Hibah Dan Sumbangan Dari Pihak Ketiga 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 21.500.000,00
Bunga Bank 64.7%
Realisasi: Rp 2.588.011,69 Anggaran: Rp 4.000.000,00
16.5% Realisasi

APBD 2026 Pembelanjaan

Rp 1.796.538.694,00 Rp 296.326.424,00
Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa 20.86%
Realisasi: Rp 228.358.924,00 Anggaran: Rp 1.094.603.000,00
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa 17.03%
Realisasi: Rp 61.967.500,00 Anggaran: Rp 363.831.500,00
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 185.837.000,00
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 112.233.000,00
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa 14.99%
Realisasi: Rp 6.000.000,00 Anggaran: Rp 40.034.194,00