Anda harus mengaktifkan JavaScript untuk menggunakan tema ini.

Bali Dinilai Perlu Tingkatkan Penerapan Protokol Kesehatan

I NYOMAN ARTA GUNAWAN 22 Agustus 2022 Dibaca 341 Kali
Bali Dinilai Perlu Tingkatkan Penerapan Protokol Kesehatan

Dikutip dari KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menilai bahwa penerapan protokol kesehatan di Bali perlu ditingkatkan. 

Selain itu, menurutnya, penggunaan aplikasi PeduliLindungi baik di tempat wisata, sentra ekonomi, maupun ruang publik lainnya juga perlu ditingkatkan.

"Ini perlu kita tingkatkan lagi," kata Menparekraf, melalui keterangan resmi yang Kompas.com terima, Sabtu (20/8/2022). "Di mana sekarang kita masih di tengah-tengah gelombang BA.4 dan BA.5, kita harapkan di akhir Agustus ini sudah mulai melandai. Tapi kita harus siap karena ada ketidakpastian dari segi varian baru, dan ada gejolak ekonomi terutama berkaitan dengan pangan dan energi," imbuhnya.

Adapun penilaian ini berdasarkan kunjungan kerjanya ke Pulau Dewata pada 18-19 Agustus 2022 lalu, terkait sejumlah hal termasuk persiapan G20 dan visitasi Anugerah Desa Wisata Indonesia 2022. Berdasarkan kunjungannya tersebut, ia juga menilai bahwa Pulau Dewata siap untuk bangkit.

"Oleh karenanya highlight dari dua hari ini dapat kami laporkan bahwa Bali siap untuk bangkit dan kelihatan setiap lini mulai dari yang paling bawah di desa-desa wisata sampai yang ada di tingkat persiapan G20, kebetulan juga tim sedang ada di sini untuk persiapan World Tourism Day ini menunjukkan peningkatan aktivitas peluang usaha dan lapangan kerja yang lebih terbuka," terangnya. Sebagai informasi, dilansir dari Kompas.com, Kamis (18/8/2022), tercatat jumlah kasus positif Covid-19 hingga hari tersebut di Bali adalah 165.111 kasus.

Sumber: https://travel.kompas.com/read/2022/08/20/190700127/bali-dinilai-perlu-tingkatkan-penerapan-protokol-kesehatan

Beri Komentar

Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA
Transparansi Publik

Anggaran Desa

Keterbukaan pengelolaan keuangan untuk masyarakat

38.2% Realisasi

APBD 2026 Pelaksanaan

Rp 3.582.427.388,00 Rp 1.369.143.129,69
Pendapatan 49.35%
Realisasi: Rp 764.993.011,69 Anggaran: Rp 1.550.065.000,00
Belanja 16.49%
Realisasi: Rp 296.326.424,00 Anggaran: Rp 1.796.538.694,00
Pembiayaan 130.53%
Realisasi: Rp 307.823.694,00 Anggaran: Rp 235.823.694,00
49.4% Realisasi

APBD 2026 Pendapatan

Rp 1.550.065.000,00 Rp 764.993.011,69
Dana Desa 99.99%
Realisasi: Rp 356.114.000,00 Anggaran: Rp 356.144.000,00
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi 19.06%
Realisasi: Rp 68.491.000,00 Anggaran: Rp 359.349.000,00
Alokasi Dana Desa 49.97%
Realisasi: Rp 267.600.000,00 Anggaran: Rp 535.472.000,00
Bantuan Keuangan Provinsi 10.73%
Realisasi: Rp 14.100.000,00 Anggaran: Rp 131.400.000,00
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota 39.45%
Realisasi: Rp 56.100.000,00 Anggaran: Rp 142.200.000,00
Hibah Dan Sumbangan Dari Pihak Ketiga 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 21.500.000,00
Bunga Bank 64.7%
Realisasi: Rp 2.588.011,69 Anggaran: Rp 4.000.000,00
16.5% Realisasi

APBD 2026 Pembelanjaan

Rp 1.796.538.694,00 Rp 296.326.424,00
Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa 20.86%
Realisasi: Rp 228.358.924,00 Anggaran: Rp 1.094.603.000,00
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa 17.03%
Realisasi: Rp 61.967.500,00 Anggaran: Rp 363.831.500,00
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 185.837.000,00
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 112.233.000,00
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa 14.99%
Realisasi: Rp 6.000.000,00 Anggaran: Rp 40.034.194,00