Anda harus mengaktifkan JavaScript untuk menggunakan tema ini.

Mulai Naik Harga Beras di Tabanan

I NYOMAN ARTA GUNAWAN 22 September 2022 Dibaca 382 Kali
Mulai Naik Harga Beras di Tabanan

Masing-masing kualitas beras mengalami kenaikan antara Rp 1.000 hingga Rp 1.300 per kilogram.

TABANAN, Dikutip dari NusaBali - Harga beras di tingkat usaha penggilingan padi di Tabanan merangkak naik. Dari Rp 9.200 per kilogram untuk kualitas medium menjadi Rp 10.500. Bahkan untuk beras kualitas super sudah Rp 12.000 per kilogram. Kenaikan terjadi sejak sepekan terakhir.

Seorang pengusaha penggilingan padi di Tabanan, Anak Agung Made Sukawetan, mengatakan kenaikan harga beras sudah terjadi sejak seminggu terakhir. Masing-masing kualitas beras mengalami kenaikan antara Rp 1.000 hingga Rp 1.300 per kilogram. “Kenaikan harga terjadi sudah seminggu,” kata Agung Sukawetan, Selasa (20/9).
 
Kata dia kenaikan harga ini dipicu oleh luasan panen tanaman padi berkurang. Kondisi ini pun berdampak pada harga beli gabah kualitas gabah kering panen (GKP) di tingkat petani, juga menjadi cukup mahal.

“Harga gabah kualitas GKP di petani sudah naik Rp 5.600 per kilogram dari sebelumnya Rp 4.800 per kilogram. Inilah yang menjadikan harga beras merangkak naik,” ucap Agung Sukawetan yang juga Ketua Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Bali.

Dengan kondisi ini dia memperkirakan harga beras akan semakin naik, apalagi situasi sama juga terjadi pada harga beras dari petani luar Bali. “Pasti akan terus naik dalam waktu dekat, karena luasan panen berkurang,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua DPC Perpadi Tabanan Ketut Budiarta. Kenaikan harga beras terjadi secara bertahap. Mulai dari Rp 9.000 menjadi Rp 9.200, lalu Rp 9.500, hingga Rp 10.000 per kilogram. “Ini karena luasan panen yang berkurang, ditambah lagi petani daerah selatan sedang menanam palawija,” kata Budiarta.

Dengan kondisi itu, Budiarta mengaku sudah seminggu tak jualan beras maupun produksi beras karena tidak dapat beli gabah. “Kalau dapat beli gabah, sekarang produksi langsung terjual tidak ada stok di gudang,” tutur Budiarta. 
 
 
 
 
 

Beri Komentar

Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA
Transparansi Publik

Anggaran Desa

Keterbukaan pengelolaan keuangan untuk masyarakat

38.2% Realisasi

APBD 2026 Pelaksanaan

Rp 3.582.427.388,00 Rp 1.369.143.129,69
Pendapatan 49.35%
Realisasi: Rp 764.993.011,69 Anggaran: Rp 1.550.065.000,00
Belanja 16.49%
Realisasi: Rp 296.326.424,00 Anggaran: Rp 1.796.538.694,00
Pembiayaan 130.53%
Realisasi: Rp 307.823.694,00 Anggaran: Rp 235.823.694,00
49.4% Realisasi

APBD 2026 Pendapatan

Rp 1.550.065.000,00 Rp 764.993.011,69
Dana Desa 99.99%
Realisasi: Rp 356.114.000,00 Anggaran: Rp 356.144.000,00
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi 19.06%
Realisasi: Rp 68.491.000,00 Anggaran: Rp 359.349.000,00
Alokasi Dana Desa 49.97%
Realisasi: Rp 267.600.000,00 Anggaran: Rp 535.472.000,00
Bantuan Keuangan Provinsi 10.73%
Realisasi: Rp 14.100.000,00 Anggaran: Rp 131.400.000,00
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota 39.45%
Realisasi: Rp 56.100.000,00 Anggaran: Rp 142.200.000,00
Hibah Dan Sumbangan Dari Pihak Ketiga 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 21.500.000,00
Bunga Bank 64.7%
Realisasi: Rp 2.588.011,69 Anggaran: Rp 4.000.000,00
16.5% Realisasi

APBD 2026 Pembelanjaan

Rp 1.796.538.694,00 Rp 296.326.424,00
Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa 20.86%
Realisasi: Rp 228.358.924,00 Anggaran: Rp 1.094.603.000,00
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa 17.03%
Realisasi: Rp 61.967.500,00 Anggaran: Rp 363.831.500,00
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 185.837.000,00
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 112.233.000,00
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa 14.99%
Realisasi: Rp 6.000.000,00 Anggaran: Rp 40.034.194,00