Anda harus mengaktifkan JavaScript untuk menggunakan tema ini.

Harga Gas LPG 3 Kg Naik, Susul Beras

I NYOMAN ARTA GUNAWAN 19 Januari 2023 Dibaca 408 Kali
Harga Gas LPG 3 Kg Naik, Susul Beras

TABANAN, Dikutp dari NusaBali - Masyarakat Tabanan kini harus mengatur lebih bijak pengeluaran kebutuhan hariannya.

Harga gas LPG 3 kg atau tabung melon, naik sejak Senin (16/1). Kenaikan harga gas ini menyusul harga beras yang sebelumnya naik. Kenaikan harga LPG terjadi hampir di semua toko/warung kelontong. Rata-rata kenaikan Rp 2.000/tabung, hingga masyarakat membeli gas ini di toko kelontong, Rp 20.000/tabung. Seperti disampaikan salah seorang pedagang kelontong, I Ketut Artana di Banjar Jambe Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan. Kenaikan gas LPG 3 kg, sejak Senin (16/1). Dia membeli LPG di pangkalan Rp 18.000, dan menjual ke pembeli, Rp 20.000. "Pelanggan tidak kaget sih, karena sebelumnya harga kebutuhan juga naik seperti beras juga naik," akunya, Selasa (17/1).
 
Kata dia, harga beras naik sudah sejak sebulan. Saat ini per sak beras dijual Rp 260.000 sampai Rp 265.000 yang mulanya hanya Rp 250.000 per sak. "Sehingga dengan naiknya beras maka kebutuhan lain juga akan naik seperti LPG dan kebutuhan yang lain," katanya.

Hal senada disampaikan penjual atau pangkalan tabung gas LPG, Putu Novi. Dari agen dia mendapat harga sekitar Rp 16.0000an. Sehingga dijual sekitar Rp 18.000, sejak Senin. "Iya memang naik, sehingga kami jual ke masyarakat juga naik, biar dapat untung," akunya. Novi memprediksi kenaikan LPG ini diprediksi karena kebijakan dari Pertamina dan diperkuat surat edaran Gubernur Bali. Dia bisa jual sekitar 100 tabung, untuk pembeli untuk Banjar Jambe Baleran, Banjar Gerang, dan Jambe Delod.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Tabanan Ni Made Murjani, saat dikonfirmasi perihal itu, mengaku masih diluar daerah. "Nanti diinfo hal itu," tegasnya.
 
 
 
 
 
Sumber: https://www.nusabali.com/berita/133805/susul-beras-harga-gas-lpg-3-kg-naik

Beri Komentar

Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA
Transparansi Publik

Anggaran Desa

Keterbukaan pengelolaan keuangan untuk masyarakat

38.2% Realisasi

APBD 2026 Pelaksanaan

Rp 3.582.427.388,00 Rp 1.369.143.129,69
Pendapatan 49.35%
Realisasi: Rp 764.993.011,69 Anggaran: Rp 1.550.065.000,00
Belanja 16.49%
Realisasi: Rp 296.326.424,00 Anggaran: Rp 1.796.538.694,00
Pembiayaan 130.53%
Realisasi: Rp 307.823.694,00 Anggaran: Rp 235.823.694,00
49.4% Realisasi

APBD 2026 Pendapatan

Rp 1.550.065.000,00 Rp 764.993.011,69
Dana Desa 99.99%
Realisasi: Rp 356.114.000,00 Anggaran: Rp 356.144.000,00
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi 19.06%
Realisasi: Rp 68.491.000,00 Anggaran: Rp 359.349.000,00
Alokasi Dana Desa 49.97%
Realisasi: Rp 267.600.000,00 Anggaran: Rp 535.472.000,00
Bantuan Keuangan Provinsi 10.73%
Realisasi: Rp 14.100.000,00 Anggaran: Rp 131.400.000,00
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota 39.45%
Realisasi: Rp 56.100.000,00 Anggaran: Rp 142.200.000,00
Hibah Dan Sumbangan Dari Pihak Ketiga 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 21.500.000,00
Bunga Bank 64.7%
Realisasi: Rp 2.588.011,69 Anggaran: Rp 4.000.000,00
16.5% Realisasi

APBD 2026 Pembelanjaan

Rp 1.796.538.694,00 Rp 296.326.424,00
Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa 20.86%
Realisasi: Rp 228.358.924,00 Anggaran: Rp 1.094.603.000,00
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa 17.03%
Realisasi: Rp 61.967.500,00 Anggaran: Rp 363.831.500,00
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 185.837.000,00
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 112.233.000,00
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa 14.99%
Realisasi: Rp 6.000.000,00 Anggaran: Rp 40.034.194,00