Anda harus mengaktifkan JavaScript untuk menggunakan tema ini.

Bripda Diberi Tugas Bangkitkan TPP Sanda yang Tak Maksimal

I NYOMAN ARTA GUNAWAN 26 Januari 2023 Dibaca 417 Kali
Bripda Diberi Tugas Bangkitkan TPP Sanda yang Tak Maksimal

TABANAN, Dikutip dari NusaBali - Taman Teknologi Pertanian (TPP) Sanda di Desa Sanda, Kecamatan Pupuan, Tabanan bakal dioptimalkan kembali. Ini sejalan dengan dibentuknya Badan Riset dan Inovasi Daerah (Bripda).

Untuk itu, akan dilakukan pendekatan dengan masyarakat. Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya mengatakan TPP Sanda nanti tanggung jawab ada di bawah Bripda. Tak hanya TPP Sanda, pembangunan yang belum optimal di Tabanan juga akan menjadi tanggung jawab Bripda. “TPP Sanda akan dioptimalkan. Bahkan belum lama ini Pak Sekda, Dinas Pertanian, dan tim ahli sudah ke lokasi dan kondisinya sudah bersih dan sudah bagus,” kata Bupati Sanjaya, Selasa (24/1).

Menurutnya untuk mengoptimalkan TPP Sanda ini juga akan menunggu arahan Gubernur Bali. Selain itu akan dilakukan pendekatan ke masyarakat setempat. Apalagi TPP ini adalah tempat yang akan menghasilkan program pertanian unggulan Tabanan. “Kita akan sampaikan ke Pak Gubernur program pertanian kita biar satu arah. Sebab persoalan Bali ini adalah domain-nya Pak Gubernur. Jadi sabar ya nanti Bripda yang punya tanggung jawab,” tegas Bupati Sanjaya.

Seperti diketahui Tabanan memperoleh kepercayaan dari Kementerian Pertanian dibantu mendirikan TPP. Melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Provinsi Bali, TPP dibangun pada 2017 di Desa Sanda. Setelah pembangunan rampung tahun 2020, pengelolaannya diserahkan ke Pemkab Tabanan dengan leading sector Dinas Pertanian Tabanan.  

Konsep awal rancangan TPP ini adalah berbagai teknologi pertanian dalam arti luas. Seperti contoh cara membuat benih padi, budidaya sayur, budidaya buah manggis, pisang, beternak ataupun mengolah kopi. Di samping itu konsepnya ke arah pariwisata. Bahkan di TPP Sanda ini terdapat embung yang dibuat oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali – Penida. 
 
 
 
 
 
 

Beri Komentar

Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA
Transparansi Publik

Anggaran Desa

Keterbukaan pengelolaan keuangan untuk masyarakat

38.2% Realisasi

APBD 2026 Pelaksanaan

Rp 3.582.427.388,00 Rp 1.369.143.129,69
Pendapatan 49.35%
Realisasi: Rp 764.993.011,69 Anggaran: Rp 1.550.065.000,00
Belanja 16.49%
Realisasi: Rp 296.326.424,00 Anggaran: Rp 1.796.538.694,00
Pembiayaan 130.53%
Realisasi: Rp 307.823.694,00 Anggaran: Rp 235.823.694,00
49.4% Realisasi

APBD 2026 Pendapatan

Rp 1.550.065.000,00 Rp 764.993.011,69
Dana Desa 99.99%
Realisasi: Rp 356.114.000,00 Anggaran: Rp 356.144.000,00
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi 19.06%
Realisasi: Rp 68.491.000,00 Anggaran: Rp 359.349.000,00
Alokasi Dana Desa 49.97%
Realisasi: Rp 267.600.000,00 Anggaran: Rp 535.472.000,00
Bantuan Keuangan Provinsi 10.73%
Realisasi: Rp 14.100.000,00 Anggaran: Rp 131.400.000,00
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota 39.45%
Realisasi: Rp 56.100.000,00 Anggaran: Rp 142.200.000,00
Hibah Dan Sumbangan Dari Pihak Ketiga 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 21.500.000,00
Bunga Bank 64.7%
Realisasi: Rp 2.588.011,69 Anggaran: Rp 4.000.000,00
16.5% Realisasi

APBD 2026 Pembelanjaan

Rp 1.796.538.694,00 Rp 296.326.424,00
Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa 20.86%
Realisasi: Rp 228.358.924,00 Anggaran: Rp 1.094.603.000,00
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa 17.03%
Realisasi: Rp 61.967.500,00 Anggaran: Rp 363.831.500,00
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 185.837.000,00
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 112.233.000,00
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa 14.99%
Realisasi: Rp 6.000.000,00 Anggaran: Rp 40.034.194,00