Anda harus mengaktifkan JavaScript untuk menggunakan tema ini.

Serangkaian dengan Bulan Bahasa Bali, Penyuluh Bahasa Bali Tabanan Temukan Lontar Langka Mantra Tenung

I NYOMAN ARTA GUNAWAN 07 Februari 2024 Dibaca 448 Kali
Serangkaian dengan Bulan Bahasa Bali, Penyuluh Bahasa Bali Tabanan Temukan Lontar Langka Mantra Tenung

TABANAN, Dikutip dari NusaBali - Serangkaian dengan Bulan Bahasa Bali, Penyuluh Bahasa Bali di Kabupaten Tabanan melaksanakan identifikasi lontar di Gria Rai, Banjar Pilisan, Desa Kaba-Kaba, Kecamatan Kediri, Selasa (6/2).

Dari kegiatan itu ada 34 lontar yang berhasil diindetifikasi. Dari puluhan lontar itu ditemukan satu yang menarik yakni Lontar Mantra Tenung. Isi dari lontar tersebut adalah memohon anugerah kepada Bhatara Gana.  
 
Dan temuan ini pun mengembirakan bagi Penyuluhan Bahasa Bali, sebab ada kaitannya dengan Bulan Bahasa Bali tahun 2024 dengan topik Jana Kerti Dharma Sadhu Nuraha dengan maskot Gana Raja. 
 
Bidang Lontar Penyuluh Kabupaten Tabanan I Nyoman Widana mengatakan lontar yang diidentifikasi ini milik Ida Bagus Ketut Yusalana. Identifikasi dilakukan karena adanya permintaan dari pemilik. "Total ada 34 lontar yang berhasil diidentifikasi," ujarnya. 
 
Dari 34 lontar itu sebagian besar dalam kondisi baik. Namun ada juga lontar yang rusak dimakan rayap. "Yang kondisi baik itu ada sekitar 18 lontar, sisanya ada rusak, rusak ringan, dan rusak berat atau dimakan rayap,” imbuhnya. 
 
Terkait dengan Lontar Mantra Tenung yang ditemukan kondisinya baik. Masih bisa dibaca dengan jelas. “Isi dari lontar ini di bagian awal disebutkan mantra memohon anugerah kepada Bhatara Gana agar beliau turun berkenan hadir, sehingga kita tidak salah ucap, salah perilaku, sebab akan melakukan petuah atau pesannya yaitu meramal atau menenung,” beber Widana. 
 
“Temuan lontar ini susah nyarinya, tapi tutur atau orang menyebut sering bahwa Bhatara Gana itu maduwe (punya) tenung. Kebetulan juga konservasi dalam kaitannya acara bulan bahasa provinsi yang maskotnya Bhatara Gana, menurut tiyang (saya) pas sekali,” tandas Widana. 
 
 
 

Beri Komentar

Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA
Transparansi Publik

Anggaran Desa

Keterbukaan pengelolaan keuangan untuk masyarakat

38.2% Realisasi

APBD 2026 Pelaksanaan

Rp 3.582.427.388,00 Rp 1.369.143.129,69
Pendapatan 49.35%
Realisasi: Rp 764.993.011,69 Anggaran: Rp 1.550.065.000,00
Belanja 16.49%
Realisasi: Rp 296.326.424,00 Anggaran: Rp 1.796.538.694,00
Pembiayaan 130.53%
Realisasi: Rp 307.823.694,00 Anggaran: Rp 235.823.694,00
49.4% Realisasi

APBD 2026 Pendapatan

Rp 1.550.065.000,00 Rp 764.993.011,69
Dana Desa 99.99%
Realisasi: Rp 356.114.000,00 Anggaran: Rp 356.144.000,00
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi 19.06%
Realisasi: Rp 68.491.000,00 Anggaran: Rp 359.349.000,00
Alokasi Dana Desa 49.97%
Realisasi: Rp 267.600.000,00 Anggaran: Rp 535.472.000,00
Bantuan Keuangan Provinsi 10.73%
Realisasi: Rp 14.100.000,00 Anggaran: Rp 131.400.000,00
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota 39.45%
Realisasi: Rp 56.100.000,00 Anggaran: Rp 142.200.000,00
Hibah Dan Sumbangan Dari Pihak Ketiga 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 21.500.000,00
Bunga Bank 64.7%
Realisasi: Rp 2.588.011,69 Anggaran: Rp 4.000.000,00
16.5% Realisasi

APBD 2026 Pembelanjaan

Rp 1.796.538.694,00 Rp 296.326.424,00
Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa 20.86%
Realisasi: Rp 228.358.924,00 Anggaran: Rp 1.094.603.000,00
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa 17.03%
Realisasi: Rp 61.967.500,00 Anggaran: Rp 363.831.500,00
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 185.837.000,00
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 112.233.000,00
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa 14.99%
Realisasi: Rp 6.000.000,00 Anggaran: Rp 40.034.194,00