Anda harus mengaktifkan JavaScript untuk menggunakan tema ini.

Adanya Kasus Flu Singapura Di Tabanan Sementara Masih Nihil Laporan Kasus

I NYOMAN ARTA GUNAWAN 18 April 2024 Dibaca 446 Kali
Adanya Kasus Flu Singapura Di Tabanan Sementara Masih Nihil Laporan Kasus

TABANAN, dikutip dari situs NusaBali - Adanya kasus flu Singapura Meskipun Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat hampir 6.500 kasus. Kabupaten Tabanan belum mencatat adanya kasus flu Singapura. 

Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr Ida Bagus Ngurah Andi, mengatakan sampai sekarang Tabanan belum mencatat adanya kasus flu Singapura. “Sampai saat ini belum ada laporan,” ujarnya, Selasa (16/4).
 
Disebutkannya, penyakit ini seperti penyakit flu yang sering muncul di masyarakat, dan ini self limiting disease atau bisa sembuh sendiri dengan meningkatkan daya tahan tubuh. 
 
Namun, kata dia, meskipun belum adanya laporan, petugas di setiap puskesmas telah didorong untuk melakukan promosi kesehatan. “Penerapan protokol kesehatan ini penting dilakukan dalam upaya pencegahan terhadap flu Singapura ini,” kata dr Bagus. 
 
Hal senada disampaikan oleh Kepala Puskesmas Baturiti 1 Tabanan dr Ni Made Kencanawati. Di Puskesmas Baturiti memang belum ada laporan masyarakat yang terjangkit flu Singapura. “Kami petugas puskesmas sudah melakukan sosialiasi kepada masyarakat terkait upaya pencegahan kasus,” kata dr Kencanawati.
 
Dia menerangkan flu Singapura ini biasanya rentan menyerang anak-anak. Gejalanya seperti flu biasa yaitu demam hingga sakit kepala. Nafsu makan menurun serta memiliki gejala khas yakni ada ruam-ruam dan bintik-bintik berair di kulit telapak tangan dan kaki, dan sariawan di mulut. 
 
“Flu Singapura biasanya akan sembuh dalam waktu 1 sampai 2 minggu dengan perawatan di rumah, dengan pengobatan sesuai gejala yang muncul,” ucapnya. 
 
Namun apabila pasien mengalami kesusahan menelan dan tidak bisa makan dan minum, barulah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut. “Flu Singapura ini disebabkan oleh virus, sehingga meningkatkan daya tahan tubuh dan cukup istirahat adalah salah satu penanganan yang harus diterapkan,” pesan dr Kencanawati. 
 
 

Beri Komentar

Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA
Transparansi Publik

Anggaran Desa

Keterbukaan pengelolaan keuangan untuk masyarakat

38.2% Realisasi

APBD 2026 Pelaksanaan

Rp 3.582.427.388,00 Rp 1.369.143.129,69
Pendapatan 49.35%
Realisasi: Rp 764.993.011,69 Anggaran: Rp 1.550.065.000,00
Belanja 16.49%
Realisasi: Rp 296.326.424,00 Anggaran: Rp 1.796.538.694,00
Pembiayaan 130.53%
Realisasi: Rp 307.823.694,00 Anggaran: Rp 235.823.694,00
49.4% Realisasi

APBD 2026 Pendapatan

Rp 1.550.065.000,00 Rp 764.993.011,69
Dana Desa 99.99%
Realisasi: Rp 356.114.000,00 Anggaran: Rp 356.144.000,00
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi 19.06%
Realisasi: Rp 68.491.000,00 Anggaran: Rp 359.349.000,00
Alokasi Dana Desa 49.97%
Realisasi: Rp 267.600.000,00 Anggaran: Rp 535.472.000,00
Bantuan Keuangan Provinsi 10.73%
Realisasi: Rp 14.100.000,00 Anggaran: Rp 131.400.000,00
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota 39.45%
Realisasi: Rp 56.100.000,00 Anggaran: Rp 142.200.000,00
Hibah Dan Sumbangan Dari Pihak Ketiga 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 21.500.000,00
Bunga Bank 64.7%
Realisasi: Rp 2.588.011,69 Anggaran: Rp 4.000.000,00
16.5% Realisasi

APBD 2026 Pembelanjaan

Rp 1.796.538.694,00 Rp 296.326.424,00
Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa 20.86%
Realisasi: Rp 228.358.924,00 Anggaran: Rp 1.094.603.000,00
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa 17.03%
Realisasi: Rp 61.967.500,00 Anggaran: Rp 363.831.500,00
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 185.837.000,00
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 112.233.000,00
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa 14.99%
Realisasi: Rp 6.000.000,00 Anggaran: Rp 40.034.194,00