Anda harus mengaktifkan JavaScript untuk menggunakan tema ini.

Sandiaga Canangkan Bali Jadi Destinasi Wisata Kesehatan, Bisa?

I NYOMAN ARTA GUNAWAN 31 Agustus 2021 Dibaca 412 Kali
Sandiaga Canangkan Bali Jadi Destinasi Wisata Kesehatan, Bisa?

Jakarta - Bali jadi salah satu daerah yang dicanangkan menjadi destinasi wisata kesehatan. Menparekraf Sandiaga Uno mengamini bahwa isu tersebut benar adanya.

"Terkait potensi Bali sebagai destinasi wisata kesehatan (health destination) dan wisata medis (medical tourism destination), memang merupakan salah satu program yang akan dijalankan Kemenparekraf," kata Sandiaga dalam acara temu wartawan mingguan secara daring.

Bahkan, beberapa waktu lalu, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan perkumpulan dokter wisata yang mendalami sektor ini. Sebelum itu, mereka sudah menyusun rencana selama enam bulan.

"Medical check-up yang kami lakukan beberapa waktu bekerja sama dengan Perkedwi atau perkumpulan dokter wisata merupakan uji coba dari medical tourism, dan telah dirapatkan dan disurvei sebelumnya selama 6 bulan," kata Sandiaga.

Lebih lanjut, Sandi menyebut bahwa dunia kesehatan di Indonesia bakal bisa bersaing luar negeri dan sudah mendekati. Kekurangan aspek kesehatan di kita adalah sisi pelayanan.

"Indonesia sudah mulai menapak ke good quality dan sebentar lagi dapat bersaing dengan RS di luar negeri. Hal yang perlu ditingkatkan dari RS adalah pada aspek pelayanan," terang dia.

Sudah ada tiga daerah yang diproyeksikan sebagai destinasi wisata kesehatan, salah satunya Bali. Pemerintah dalam hal ini akan menyasar wisatawan lokal agar tak pergi berobat ke luar negeri lagi karena di dalam negeri sudah memadai layanannya.

"Jakarta, Medan, dan Bali direncanakan akan dipromosikan sebagai tempat tujuan wisata kesehatan," tegas Sandiaga.

"Untuk promosi wisata kesehatan nantinya akan lebih dulu dilakukan dengan menyasar wisatawan nusantara. Terlebih mereka yang selama ini sering melakukan pengobatan ataupun medical check up ke luar negeri," pungkas dia.

 

 

 

- Sumber detiktravel -

Beri Komentar

Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA
Transparansi Publik

Anggaran Desa

Keterbukaan pengelolaan keuangan untuk masyarakat

38.2% Realisasi

APBD 2026 Pelaksanaan

Rp 3.582.427.388,00 Rp 1.369.143.129,69
Pendapatan 49.35%
Realisasi: Rp 764.993.011,69 Anggaran: Rp 1.550.065.000,00
Belanja 16.49%
Realisasi: Rp 296.326.424,00 Anggaran: Rp 1.796.538.694,00
Pembiayaan 130.53%
Realisasi: Rp 307.823.694,00 Anggaran: Rp 235.823.694,00
49.4% Realisasi

APBD 2026 Pendapatan

Rp 1.550.065.000,00 Rp 764.993.011,69
Dana Desa 99.99%
Realisasi: Rp 356.114.000,00 Anggaran: Rp 356.144.000,00
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi 19.06%
Realisasi: Rp 68.491.000,00 Anggaran: Rp 359.349.000,00
Alokasi Dana Desa 49.97%
Realisasi: Rp 267.600.000,00 Anggaran: Rp 535.472.000,00
Bantuan Keuangan Provinsi 10.73%
Realisasi: Rp 14.100.000,00 Anggaran: Rp 131.400.000,00
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota 39.45%
Realisasi: Rp 56.100.000,00 Anggaran: Rp 142.200.000,00
Hibah Dan Sumbangan Dari Pihak Ketiga 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 21.500.000,00
Bunga Bank 64.7%
Realisasi: Rp 2.588.011,69 Anggaran: Rp 4.000.000,00
16.5% Realisasi

APBD 2026 Pembelanjaan

Rp 1.796.538.694,00 Rp 296.326.424,00
Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa 20.86%
Realisasi: Rp 228.358.924,00 Anggaran: Rp 1.094.603.000,00
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa 17.03%
Realisasi: Rp 61.967.500,00 Anggaran: Rp 363.831.500,00
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 185.837.000,00
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 112.233.000,00
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa 14.99%
Realisasi: Rp 6.000.000,00 Anggaran: Rp 40.034.194,00