You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Batungsel

Desa Batungsel

Mohon tunggu sebentar...

Website Resmi

Desa Batungsel

Kecamatan Pupuan Kabupaten Tabanan

Provinsi Bali

Loading...
Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan. informasi pelayanan mandiri dapat menghubungi Administrator melalui Email : [email protected]
Masih Sulit E-Retribusi Pasar Tradisional
Berita Lokal

Masih Sulit E-Retribusi Pasar Tradisional

I NYOMAN ARTA GUNAWAN
31 Oktober 2022
311 Kali Views

TABANAN, Dikutip dari NusaBali - Penerapan retribusi elektronik (e-retribusi) di Kabupaten Tabanan belum maksimal.

Dari 15 pasar yang ada, penerapan retribusi elektronik baru dilakukan pada 7 pasar. Itupun belum semua pedagang terakomodir.
 
Penyebab keterlambatan tersebut karena proses input data dari bank lama, selain itu belum masifnya edukasi kepada pedagang.  Adapun pasar yang sudah menerapkan retribusi elektronik Pasar Kediri, Pasar Marga, Pasar Sayur Baturiti, Pasar Penebel, Pasar Bajera, Pasar Pupuan, dan Pasar Candi Kuning.

Kabid Perdagangan Disperindag Kabupaten Tabanan, I Gusti Agung Ngurah Putra Mantra mengatakan, retribusi elektronik ditetapkan Pemkab Tabanan untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari segi pendapatan pasar. Hanya saja untuk pencapaiannya belum bisa maksimal karena sejumlah faktor. "Salah satunya proses input data dari bank selaku pihak ketiga lama," ujar Ngurah Putra, Minggu (30/10).

Kata dia, meskipun belum maksimal diterapkan mendekati akhir tahun 2022 ini akan ada penambahan pasar yang menerapkan retribusi elektronik yakni Pasar Kerambitan dan Pasar Senganan. "Ini masih proses untuk imput data pedagang," katanya.

Sementara di sisi lain penerapan retribusi elektronik yang sudah diterapkan di sejumlah pasar tak berjalan mulus. Contohnya di Pasar Penebel mesinnya rusak belum diganti. Bahkan di Pasar Sayur Baturiti dan Pasar Baturiti penerapan sempat mandeg lantaran tukang pungut berhenti. "Sekarang tukang pungut sudah diangkat kembali, sehingga penerapan sudah berjalan normal," tandas Mantra.

Untuk diketahui penerapan e-retribusi baru bisa diterapkan oleh Pemkab Tabanan di tahun 2021. Padahal penerapan ini sudah diwacanakan sejak tahun 2019. Penerapan lambat dilakukan karena proses di bank penyedia memang memerlukan waktu untuk menyediakan sistem yang cocok.

Dalam penerapan e-retribusi ini pedagang tidak lagi membayar karcis secara manual, melainkan mereka membayar karcis non tunai. Dimana setiap pedagang membawa kartu mirip ATM, nanti petugas tapping di masing-masing kartu yang dibawa pedagang. Penerapan e-retribusi diterapkan Pemkab Tabanan sebagai salah satu upaya meminimalisir kebocoran PAD utamanya dari sektor pendapatan di pasar. 
 
 
 

Tinggalkan Komentar

Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh admin

CAPTCHA

APBD 2026 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 350.236.369,50 Rp 1.564.735.000,00
22.38%
Belanja
Rp 296.326.424,00 Rp 1.796.538.694,00
16.49%
Pembiayaan
Rp 307.823.694,00 Rp 235.823.694,00
130.53%

APBD 2026 Pendapatan

Dana Desa
Rp 213.686.400,00 Rp 356.114.000,00
60.01%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp 0,00 Rp 359.349.000,00
0%
Alokasi Dana Desa
Rp 133.800.000,00 Rp 535.472.000,00
24.99%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp 0,00 Rp 131.400.000,00
0%
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota
Rp 0,00 Rp 131.400.000,00
0%
Hibah Dan Sumbangan Dari Pihak Ketiga
Rp 0,00 Rp 21.500.000,00
0%
Bunga Bank
Rp 1.374.984,75 Rp 4.000.000,00
34.37%
Lain-Lain Pendapatan Desa Yang Sah
Rp 1.374.984,75 Rp 25.500.000,00
5.39%

APBD 2026 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp 228.358.924,00 Rp 1.094.603.000,00
20.86%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp 61.967.500,00 Rp 363.831.500,00
17.03%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa
Rp 0,00 Rp 185.837.000,00
0%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa
Rp 0,00 Rp 112.233.000,00
0%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp 6.000.000,00 Rp 40.034.194,00
14.99%