Anda harus mengaktifkan JavaScript untuk menggunakan tema ini.

Harga Cabai Naik, Karena Dampak Kemarau

I NYOMAN ARTA GUNAWAN 19 Oktober 2023 Dibaca 519 Kali
Harga Cabai Naik, Karena Dampak Kemarau

Tabanan, Dikutip dari NusaBali - Sejak beberapa hari terakhir, harga cabai di pasaran naik dua kali lipat. Awalnya Rp 30.000 per kilogram, kini Rp 60.000 per kilogram. Kenaikan harga cabai diduga dampak dari musim kemarau karena banyak tanaman cabai layu hingga tidak berproduksi optimal.

Seperti terpantau di Pasar Kidul Bangli. Harga cabai merangkak naik sejak tiga hari lalu. Menurut seorang pedagang Komang Tri, sebelumnya harga cabai rawit berkisar Rp 25.000 hingga Rp 30.000 per kilogram. Kemudian naik terus hingga kini di harga Rp 60. 000 per kilogram. "Untuk harga cabai saat ini ada Rp 50.000 per kilogram untuk cabai rawit campuran (rawit yang masih hijau dan merah). Untuk yang super Rp 60.000 per kilogram," ungkapnya Rabu (18/10).

Menurut Komang Tri, kenaikan harga cabai rawit terjadi karena pengaruh kemarau panjang yang menyebabkan hasil panen petani menurun. Penurunan produksi berimbas pada berkurangnya pasokan cabai ke pedagang di pasaran. Di lain sisi, permintaan konsumen terhadap bumbu dapur meningkat karena banyaknya upacara keagamaaan saat ini. "Produksi turun, sedangkan permintaan cukup tinggi. Otomatis harga pasti naik," sebutnya.

Pedagang lainnya yakni Wayan Sutriasih mengatakan akibat kenaikan harga cabai, berimbas pada penurunan permintaan. Konsumen yang biasanya beli satu per empat atau setengah kilogram sekarang cuma Rp 5.000. Kondisi ini menyebabkan omsetnya penjualannya menurun. "Biasanya sehari bisa menjual 10 kilogram kini hanya 5 kilogram cabai saja," ujarnya.

Selain cabai rawit, kenaikan harga juga terjadi pada beberapa jenis sayur mayur seperti buncis. Harga sebelumnya Rp 5.000 sampai 7.000 per kilogram kini menjadi Rp 12.000 hingga 14.000 per kilogram. Kubis dari Rp 5.000 per kilogram menjadi Rp 8.000 kilogram.
 
 
 

Beri Komentar

Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA
Transparansi Publik

Anggaran Desa

Keterbukaan pengelolaan keuangan untuk masyarakat

38.2% Realisasi

APBD 2026 Pelaksanaan

Rp 3.582.427.388,00 Rp 1.369.143.129,69
Pendapatan 49.35%
Realisasi: Rp 764.993.011,69 Anggaran: Rp 1.550.065.000,00
Belanja 16.49%
Realisasi: Rp 296.326.424,00 Anggaran: Rp 1.796.538.694,00
Pembiayaan 130.53%
Realisasi: Rp 307.823.694,00 Anggaran: Rp 235.823.694,00
49.4% Realisasi

APBD 2026 Pendapatan

Rp 1.550.065.000,00 Rp 764.993.011,69
Dana Desa 99.99%
Realisasi: Rp 356.114.000,00 Anggaran: Rp 356.144.000,00
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi 19.06%
Realisasi: Rp 68.491.000,00 Anggaran: Rp 359.349.000,00
Alokasi Dana Desa 49.97%
Realisasi: Rp 267.600.000,00 Anggaran: Rp 535.472.000,00
Bantuan Keuangan Provinsi 10.73%
Realisasi: Rp 14.100.000,00 Anggaran: Rp 131.400.000,00
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota 39.45%
Realisasi: Rp 56.100.000,00 Anggaran: Rp 142.200.000,00
Hibah Dan Sumbangan Dari Pihak Ketiga 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 21.500.000,00
Bunga Bank 64.7%
Realisasi: Rp 2.588.011,69 Anggaran: Rp 4.000.000,00
16.5% Realisasi

APBD 2026 Pembelanjaan

Rp 1.796.538.694,00 Rp 296.326.424,00
Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa 20.86%
Realisasi: Rp 228.358.924,00 Anggaran: Rp 1.094.603.000,00
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa 17.03%
Realisasi: Rp 61.967.500,00 Anggaran: Rp 363.831.500,00
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 185.837.000,00
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 112.233.000,00
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa 14.99%
Realisasi: Rp 6.000.000,00 Anggaran: Rp 40.034.194,00