sayong di kaki gunung batukaru kembali berhembus, anak-anak di Desa Batungsel berjalan berbaris menuju ke sekolah yang telah bediri dari masa penyerahan kekuasan oleh pemerintah belanda menuju pemerintahan jepang, SD Negeri 1 Batungsel. Satu sekolah dasar tertua di Kecamatan Pupuan, yang saat ini terus menjalankan perannya sebagai pusat pendidikan dasar bagi anak-anak di Desa Batungsel. Berdiri sejak 1 September 1943, sekolah ini telah melewati berbagai fase perkembangan, mulai dari masa pendudukan Jepang, awal kemerdekaan, hingga era pendidikan modern saat ini.
Sebagai sekolah negeri di bawah Pemerintah Daerah, SD Negeri 1 Batungsel melaksanakan kegiatan belajar mengajar selama enam hari dalam sepekan. Berlokasi di Banjar Batungsel Kelod, Desa Batungsel, Pupuan sekolah ini berdiri di atas lahan seluas 2000 m², dilengkapi dengan fasilitas yang mendukung proses pembelajaran. Namun, sekolah ini tidak diam mereka terus melakukan perbaikan fasilitas dan penguatan kualitas belajar mengajar agar tetap relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini.
Dalam sebuah catatan alumni sekaligus akademisi, I Wayan Artika, SD Negeri 1 Batungsel pada awalnya bernama Sekolah Rakjat Batungsel. Sekolah ini dibangun di atas tanah hibah warga dan menjadi pusat pendidikan rakyat di Pupuan pada masa itu. Anak-anak dari desa tetangga seperti Sanda, Pompatan, bahkan dari gugusan desa di selatan dan barat datang menempuh pendidikan dasar di Batungsel. Dengan Kepala sekolah adalah bapak Lodra yang merupakan seorang putra desa Batungsel menjadi bagian penting dari sejarah pendidikan di wilayah tersebut. Dari sekolah inilah terlahir banyak alumni yang kini berkiprah diberbagai bidang mulai dari guru besar, tenaga kesehatan, hingga aparatur pemerintahan.
Dalam catatan tersebut Artika menyampaikan pada era 1950–1980-an, fasilitas sekolah sangat terbatas. Ruang belajar sederhana, buku pelajaran minim, dan guru-guru banyak yang tinggal di mes sekolah. Pengajaran dilakukan dengan alat seadanya, bahkan papan tulis sering digantikan tanah di halaman.
Namun, dibalik situasi yang dituliskan Artika di masa lalu, saat ini kondisi sekolah berkembang dengan peningkatan fasilitas hingga kepada peningkatan pelayanan. Ni Made Kartini, seorang guru di SD Negeri 1 Batungsel, menyampaikan “kami disini dibawah kepemimpinan Ibu Santun, selalu melakukan inovasi-inovasi agar dari segi fasilitas dan juga pelayanan dapat senantiasa kami tingkatkan” ujarnya saat ditemui di SD Negeri 1 Batungsel.