rss_feed

Desa Batungsel

Jl. Raya Antosari - Pupuan
Kecamatan Pupuan Kabupaten Tabanan Provinsi Bali
Kode Pos 82163

call 036271139| mail_outline info@batungsel.desa.id

  • I WAYAN ARDIJAYA

    Perbekel

    Belum Rekam Kehadiran
  • I MADE NABA

    Sekretaris Desa

    Belum Rekam Kehadiran
  • KETUT WILIYANTORO

    Kasi Pemerintahan

    Hadir di Kantor Desa
  • I NYOMAN SUYASA

    Kasi Kesejahteraan

    Belum Rekam Kehadiran
  • BUDI RAHAYU

    Kasi Pelayanan

    Belum Rekam Kehadiran
  • NI WAYAN NURYATI

    Kaur Keuangan

    Belum Rekam Kehadiran
  • NI MADE RINAWATI

    Kaur Tata Usaha dan Umum

    Belum Rekam Kehadiran
  • I GEDE EKA PERMANA PUTRA

    Kaur Perencanaan

    Belum Rekam Kehadiran
  • I WAYAN SURYANA

    Kawil Pempatan

    Belum Rekam Kehadiran
  • I MADE KARYAWAN

    Kawil Batungsel Kaja

    Belum Rekam Kehadiran
  • NI WAYAN KELIASIH

    Kawil Batungsel Kelod

    Belum Rekam Kehadiran
  • I NYOMAN SUTARA

    Staff Umum

    Belum Rekam Kehadiran
  • NI LUH GEDE EVA INDRAYANTI

    Staff Keuangan

    Belum Rekam Kehadiran
  • I NYOMAN ARTA GUNAWAN

    Operator Website Desa

    Belum Rekam Kehadiran

settings Pengaturan Layar

Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan. informasi pelayanan mandiri dapat menghubungi Administrator melalui Email : info@batungsel.desa.id -- selengkapnya...
fingerprint
Sejarah Desa

26 Ags 2016 15:38:09 899 Kali

 

Sejarah Desa

Legenda dan sejarah Desa Batungsel

 

Desa Batungsel merupakan salah satu Desa yang terdapat di Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali.

 

Berdasarkan cerita masyarakat yang berkembang dari generasi – ke generasi di Desa Batungsel, tanpa adanya suatu bukti tertulis, namun masyarakat Desa Batungsel percaya dan meyakini kebenarannya. Adapun sejarah asal usul nama Desa Batungsel adalah sebagai berikut :

 

Pada zaman dahulu kala, terbentuk beberapa kelompok masyarakat yang tergabung dalam beberapa Padukuhan. Mereka mendiami wilayah kaki Gunung Batukaru dibagian barat. Masing – masing Padukuhan tersebut memiliki aturan – aturan, wilayah, serta cara sendiri – sendiri dalam bermasyarakat, maupun dalam berhubungan dengan Sang Hyang Pencipta ( Tuhan ). Sang Pencipta / Ida Sang Hyang Widhi Wasa ( Tuhan Yang Maha Esa ), dengan sifat ke Maha Kuasaan Nya, menciptakan seseorang yang nantinya memiliki kekuasaan penuh dalam masyarakat, Warih Wengin begitu sebutannya. Warih artinya keturunan, Wengin artinya A Wengi yang berarti alam Niskala atau Ida Sang Hyang Widhi Wasa           ( Tuhan Yang Maha Esa ). Beliau terlahir dalam sebuah keluarga yang menempati suatu Padukuhan yang terletak di daerah bagian hilir. Sejak saat itu, daerah tersebut dikenal dengan nama Gunung Waringin.

 

Dari sanalah semuanya dimulai. Dengan segala kesaktian dan kebijaksanaan yang dimiliki oleh Beliau, mampu memikat hati masyarakat sehingga Beliau di angkat sebagai Pimpinan dengan sebutan Pacek, Paku, Pasek.

 

Ke tiga sebutan tersebut, sama – sama memiliki arti Raja. Selanjutnya Beliau mulai menata Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan, yang saat ini dikenal dengan konsep Tri Hita Karana. Dikisahkan Pasek hendak membangun Parahyangan. Pada saat itu Beliau melakukan Tapa Brata, Yoga Semadi. Dalam Semadinya, Beliau mendapat wangsit untuk membangun Kahyangan dengan menggunakan Batu Utama ( Bertuah ) sebagai dasar ( Sendi ). Dalam Semadi sehari – hari, diisyaratkan untuk mengambil batu dari sungai Yeh Kelih dan sungai Yeh Balian. Batu – batu tersebut, semuanya mengeluarkan sinar keemasan.

 

Kemudian Beliau memerintahkan warga untuk mengambil batu – batu tersebut. Warga yang mengambil batu di sungai Yeh Balian merasa kelelahan karena batu tersebut merupakan Pustaka dan lebih berat dari batu – batu yang lain. Oleh karena itu diputuskan untuk beristirahat di bawah pohon cemara yang ada di cabangnya, dan batu – batu itu diletakkan di cabang pohon cemara tersebut. Ketika tenaga mereka sudah pulih kembali, mereka hendak mengangkat kembali batu – batu itu. Namun alangkah terkejutnya mereka ketika hendak mengangkat batu – batu tersebut, karena batu – batu tersebut seolah – olah melekat pada cabang ( engsel ) pohon cemara tersebut.

 

Dari kejadian – kejadian yang aneh tersebut, akhirnya wilayah tersebut diberi nama Batungsel yaitu tempat batu ma engsel. Dalam kurun waktu yang lama, kemudian pohon cemara itu tumbang, dan batu – batu yang melekat pada cabang pohon tersebut jatuh ke bawah. Ahirnya ditempat tersebut dijadikan Kahyangan yang disebut Pura Batur Cemara.

 

Demikianlah sejarah asal – usul singkat nama Desa Batungsel, yang sampai sekarang tetap dipertahankan dari zaman ke zaman.

chat
Kirim Komentar

Untuk artikel ini

person
stay_current_portrait
mail
chat

folder Arsip Artikel


reorder Peta Desa

account_circle Aparatur Desa

insert_photo Album Galeri

message Komentar Terkini

  • person Ketut Wiliyantoro

    date_range 23 Juni 2022 04:45:06

    Yth Bapak Samuji, untuk mengurus KIA khusus Daerah [...]
  • person Samuji

    date_range 21 Juni 2022 03:04:20

    Ingin urus kia gmn caranya [...]

contacts Info Media Sosial

Alamat : Jl. Raya Antosari - Pupuan
Desa : Batungsel
Kecamatan : Pupuan
Kabupaten : Tabanan
Kodepos : 82163
Telepon : 036271139
Email : info@batungsel.desa.id

assessment Statistik Pengunjung

Hari ini:36
Kemarin:262
Total Pengunjung:70.460
Sistem Operasi:Unknown Platform
IP Address:44.210.21.70
Browser:Tidak ditemukan

share Sinergi Program

map Wilayah Desa

work Jam Kerja

Hari Mulai Selesai
Senin
07:30:00 14:00:00
Selasa
07:30:00 14:00:00
Rabu
07:30:00 14:00:00
Kamis
07:30:00 14:00:00
Jumat
07:30:00 13:00:00
Sabtu
Libur
Minggu
Libur
TRANSPARANSI ANGGARAN
Sumber Data : Siskeudes
insert_chart
APBDes 2022 Pelaksanaan

Realisasi | Anggaran

PENDAPATAN
Rp. 1,218,502,984 | Rp. 1,891,481,000
64.42 %
BELANJA
Rp. 746,616,960 | Rp. 1,994,825,000
37.43 %
PEMBIAYAAN
Rp. 103,344,000 | Rp. 103,344,000
100 %
insert_chart
APBDes 2022 Pendapatan

Realisasi | Anggaran

Dana Desa
Rp. 797,023,000 | Rp. 1,002,223,000
79.53 %
Bagi Hasil Pajak dan Retribusi
Rp. 26,328,000 | Rp. 137,374,000
19.17 %
Alokasi Dana Desa
Rp. 280,188,000 | Rp. 560,384,000
50 %
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp. 59,000,000 | Rp. 68,000,000
86.76 %
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota
Rp. 52,500,000 | Rp. 105,000,000
50 %
Penerimaan dari Hasil Kerjasama dengan Pihak Ketiga
Rp. 1,311,000 | Rp. 500,000
262.2 %
Hibah dan Sumbangan dari Pihak Ketiga
Rp. 0 | Rp. 12,000,000
0 %
Bunga Bank
Rp. 2,152,984 | Rp. 6,000,000
35.88 %
insert_chart
APBDes 2022 Pembelanjaan

Realisasi | Anggaran

BIDANG PENYELENGGARAN PEMERINTAHAN DESA
Rp. 356,443,760 | Rp. 856,003,000
41.64 %
BIDANG PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DESA
Rp. 130,968,700 | Rp. 426,222,000
30.73 %
BIDANG PEMBINAAN KEMASYARAKATAN
Rp. 6,354,500 | Rp. 77,639,000
8.18 %
BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Rp. 47,650,000 | Rp. 222,500,000
21.42 %
BIDANG PENANGGULANGAN BENCANA, DARURAT DAN MENDESAK DESA
Rp. 205,200,000 | Rp. 412,461,000
49.75 %