rss_feed

Desa Batungsel

Jl. Raya Antosari - Pupuan
Kecamatan Pupuan Kabupaten Tabanan Provinsi Bali
Kode Pos 82163

call 036271139| mail_outline info@batungsel.desa.id

  • I WAYAN ARDIJAYA

    Perbekel

    Belum Rekam Kehadiran
  • I MADE NABA

    Sekretaris Desa

    Belum Rekam Kehadiran
  • KETUT WILIYANTORO

    Kasi Pemerintahan

    Hadir di Kantor Desa
  • I NYOMAN SUYASA

    Kasi Kesejahteraan

    Belum Rekam Kehadiran
  • BUDI RAHAYU

    Kasi Pelayanan

    Belum Rekam Kehadiran
  • NI WAYAN NURYATI

    Kaur Keuangan

    Belum Rekam Kehadiran
  • NI MADE RINAWATI

    Kaur Tata Usaha dan Umum

    Belum Rekam Kehadiran
  • I GEDE EKA PERMANA PUTRA

    Kaur Perencanaan

    Belum Rekam Kehadiran
  • I WAYAN SURYANA

    Kawil Pempatan

    Belum Rekam Kehadiran
  • I MADE KARYAWAN

    Kawil Batungsel Kaja

    Belum Rekam Kehadiran
  • NI WAYAN KELIASIH

    Kawil Batungsel Kelod

    Belum Rekam Kehadiran
  • I NYOMAN SUTARA

    Staff Umum

    Belum Rekam Kehadiran
  • NI LUH GEDE EVA INDRAYANTI

    Staff Keuangan

    Belum Rekam Kehadiran
  • I NYOMAN ARTA GUNAWAN

    Operator Website Desa

    Belum Rekam Kehadiran

settings Pengaturan Layar

Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan. informasi pelayanan mandiri dapat menghubungi Administrator melalui Email : info@batungsel.desa.id -- selengkapnya...
fingerprint
Tabanan Tidak, Stunting di Empat Kabupaten Masih Tinggi

21 Jul 2022 08:42:20 46 Kali

Stunting di Empat Kabupaten Masih Tinggi
Ketua TP PKK Bali Minta Kader PKK Lebih Aktif Turun ke Lapangan

Empat kabupaten di Bali yang masih memiliki angka stunting tinggi adalah Kabupaten Karangasem, Klungkung, Jembrana, dan Bangli.

DENPASAR, NusaBali - Jika dilihat secara nasional, Bali memang menduduki tingkat terendah untuk kasus stunting yang bertengger di angka 10,9 persen. Namun dari sembilan kabupaten/kota di Bali, masih terdapat empat kabupaten yang tercatat angka stunting di wilayahnya masing-masing masih tinggi.

Empat kabupaten dimaksud adalah Karangasem dengan tingkat penderita balita stunting sebesar 22,9 persen, disusul Kabupaten Klungkung dengan tingkat stunting sebesar 19,4 persen, kemudian Kabupaten Jembrana sebesar 14,3 persen, dan Kabupaten Bangli tercatat sebesar 11,8 persen angka stunting di tahun 2021.

 
Hal tersebut terungkap dalam webinar yang diselenggarakan Tim Penggerak PKK Provinsi Bali dengan tema ‘Mencegah Stunting Itu Penting’ pada Rabu (20/7/2022).

“Angka-angka ini bukan hal yang memalukan atau aib, namun akan menjadi pemacu bagi kader TP PKK Provinsi Bali dan juga TP PKK kabupaten, kecamatan hingga desa untuk lebih aktif turun ke lapangan dan menyambangi penderita stunting secara langsung ke daerahnya. Penanganan penderita stunting dapat kita lakukan dengan lebih fokus kepada pemenuhan pada pemberian makanan tambahan untuk mereka. Sehingga setidaknya konsumsi makanan yang masuk ke tubuhnya menjamin untuk memberikan imun yang baik agar mereka tidak sakit karena virus-virus lain yang masuk dan berkembang di dalam tubuhnya,” ujar Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster dalam sambutannya sesaat sebelum membuka secara resmi webinar dari Gedung Jayasabha, Denpasar.

“Untuk meminimalisir bahkan menghilangkan angka stunting di Bali secara nasional tentu saja dapat dilakukan apabila seluruh pihak, mulai dari kader TP PKK kabupaten hingga tingkat desa, bersinergi membangun kerjasama yang aktif dalam mensosialisasikan dan mengedukasi para remaja, perempuan pra-nikah, ibu hamil, dan ibu yang baru saja melahirkan untuk menjaga kesehatan tubuh, mulai dari penataan pola makanan yang sehat dan bergizi, pola tidur dan istirahat yang cukup, tidak mengkonsumsi obat-obatan terlarang, meminimalkan paparan radiasi (penggunaan) gadget saat hamil, menjauhi minuman beralkohol dan rokok, serta tidak membiarkan pikiran terpenuhi dengan beban yang nantinya menyebabkan munculnya stres,” tambah Ny Putri Koster.

Selain pergerakan kader TP PKK yang ada di wilayah masing-masing, peran serta dan kesadaran remaja putri dalam menjaga kesehatan sebelum menikah dan kemudian hamil lalu melahirkan juga sangat penting. Salah satunya memahami apa itu penyebab lahirnya bayi stunting atau gagal tumbuh kembang, sehingga dapat dicegah terlebih dahulu. Juga dapat dilakukan dengan menambah konsumsi makanan bergizi termasuk vitamin yang berhubungan untuk menjaga kesehatan organ dalam tubuh, dan tidak lupa juga menambahkan konsumsi tablet penambah darah yang berfungsi menjaga peredaran darah merah dalam tubuh yang menjaga keseimbangan sirkulasinya.

Untuk mencapai target penurunan angka stunting hingga 9,28 persen di tahun 2022 ini, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali mengajak seluruh kader Tim Penggerak PKK kabupaten, kecamatan, kelurahan hingga tingkat desa untuk turun bergerak melihat dan menangani langsung kondisi penderita stunting yang tercatat di data wilayahnya masing-masing (terutama empat kabupaten yang tercatat masih tinggi angka stuntingnya). Sehingga ada penanganan khusus untuk penderita stunting guna mencocokkan antara data dengan realitanya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Dr dr I Nyoman Gede Anom MKes, selaku narasumber dalam webinar, menjelaskan stunting merupakan kondisi gagal tumbuh dan kembang pada balita yang diakibatkan oleh gizi kronis 1.000 hari pertama kehidupan. Dan hal ini akan bisa dilihat atau diketahui setelah pertumbuhan balita di atas usia 2 tahun, yang ditandai dengan gagal tumbuh pada fisik (pendek dan kurus), mengalami hambatan kognitif dan motorik (IQ rendah) dan mengalami gangguan metabolik (cenderung kena penyakit stroke, diabetes, jantung, dan lain-lain).

Setelah lahir, bayi juga harus mendapatkan perhatian yang lebih dari sebelumnya. Karena selain membutuhkan imunisasi yang lengkap, ASI yang cukup, asupan makanan dan gizi yang lengkap, tumbuh kembang bayi juga wajib diperhatikan setiap bulannya. Karena perkembangan berat dan panjang badan bayi sangat penting untuk mengetahui apakah bayi tersebut tumbuh baik dengan berat dan panjang yang standar ataukah belum. Dari sinilah akan diketahui apakah pertumbuhan bayi tersebut termasuk stunting ataukah tidak.

“Kita selaku tenaga kesehatan, baik itu dari fasilitas kesehatan Posyandu ataukah bidan harus tanggap dengan kondisi warga sekitar, terlebih mereka yang berasal dari keluarga yang kurang mampu. Karena cenderung keluarga yang kurang mampu akan tertutup informasi mengenai cara pencegahan stunting atau kegagalan tumbuh kembang bayi. Mereka yang kurang mampu juga tentunya akan memiliki keterbatasan ekonomi dalam memenuhi asupan gizi berupa vitamin atau tablet penambah darah. Selain itu kesempatan untuk memantau perkembangan bayi ke fasilitas kesehatan juga akan terhambat karena kondisi mereka. Hal ini harus dijemput bola atau setidaknya diberikan layanan khusus agar tidak sampai terlahir bayi stunting,” ungkap dr Nyoman Gede Anom.

Peka terhadap kebutuhan warganya terkait asupan gizi dan makanan tambahan juga harus menjadi prioritas dalam memberikan layanan kepada warga, terutama ibu hamil, ibu menyusui pasca melahirkan. Selain mengkonsumsi tablet penambah darah, pemberian makanan tambahan (PMT) terhadap ibu hamil dan balita adalah salah satu upaya mencegah terjadinya stunting bagi anak. Sehingga jumlah dan kasus ibu hamil KEK (kekurangan energi kronis) dapat diminimalkan.
 
 
 
 
chat
Kirim Komentar

Untuk artikel ini

person
stay_current_portrait
mail
chat

folder Arsip Artikel


reorder Peta Desa

account_circle Aparatur Desa

insert_photo Album Galeri

message Komentar Terkini

  • person Ketut Wiliyantoro

    date_range 23 Juni 2022 04:45:06

    Yth Bapak Samuji, untuk mengurus KIA khusus Daerah [...]
  • person Samuji

    date_range 21 Juni 2022 03:04:20

    Ingin urus kia gmn caranya [...]

contacts Info Media Sosial

Alamat : Jl. Raya Antosari - Pupuan
Desa : Batungsel
Kecamatan : Pupuan
Kabupaten : Tabanan
Kodepos : 82163
Telepon : 036271139
Email : info@batungsel.desa.id

assessment Statistik Pengunjung

Hari ini:98
Kemarin:262
Total Pengunjung:70.522
Sistem Operasi:Unknown Platform
IP Address:44.210.21.70
Browser:Tidak ditemukan

share Sinergi Program

map Wilayah Desa

work Jam Kerja

Hari Mulai Selesai
Senin
07:30:00 14:00:00
Selasa
07:30:00 14:00:00
Rabu
07:30:00 14:00:00
Kamis
07:30:00 14:00:00
Jumat
07:30:00 13:00:00
Sabtu
Libur
Minggu
Libur
TRANSPARANSI ANGGARAN
Sumber Data : Siskeudes
insert_chart
APBDes 2022 Pelaksanaan

Realisasi | Anggaran

PENDAPATAN
Rp. 1,218,502,984 | Rp. 1,891,481,000
64.42 %
BELANJA
Rp. 746,616,960 | Rp. 1,994,825,000
37.43 %
PEMBIAYAAN
Rp. 103,344,000 | Rp. 103,344,000
100 %
insert_chart
APBDes 2022 Pendapatan

Realisasi | Anggaran

Dana Desa
Rp. 797,023,000 | Rp. 1,002,223,000
79.53 %
Bagi Hasil Pajak dan Retribusi
Rp. 26,328,000 | Rp. 137,374,000
19.17 %
Alokasi Dana Desa
Rp. 280,188,000 | Rp. 560,384,000
50 %
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp. 59,000,000 | Rp. 68,000,000
86.76 %
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota
Rp. 52,500,000 | Rp. 105,000,000
50 %
Penerimaan dari Hasil Kerjasama dengan Pihak Ketiga
Rp. 1,311,000 | Rp. 500,000
262.2 %
Hibah dan Sumbangan dari Pihak Ketiga
Rp. 0 | Rp. 12,000,000
0 %
Bunga Bank
Rp. 2,152,984 | Rp. 6,000,000
35.88 %
insert_chart
APBDes 2022 Pembelanjaan

Realisasi | Anggaran

BIDANG PENYELENGGARAN PEMERINTAHAN DESA
Rp. 356,443,760 | Rp. 856,003,000
41.64 %
BIDANG PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DESA
Rp. 130,968,700 | Rp. 426,222,000
30.73 %
BIDANG PEMBINAAN KEMASYARAKATAN
Rp. 6,354,500 | Rp. 77,639,000
8.18 %
BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Rp. 47,650,000 | Rp. 222,500,000
21.42 %
BIDANG PENANGGULANGAN BENCANA, DARURAT DAN MENDESAK DESA
Rp. 205,200,000 | Rp. 412,461,000
49.75 %